Surga dan neraka adalah ganjaran bagi manusia sesuai dengan perbuatan
atau amalannya selama di dunia. Sahabat, di sekolah atau di tempat
kerja kita bisa berprestasi dalam belajar dan karir kita. Mereka yang
berprestasi akan diganjar dengan berbagai macam penghargaan dan
fasilitas yang baik. Allah Swt. menjadikan surga sebagai ganjaran bagi
manusia yang bertakwa, dan neraka menjadi ganjaran yang pas bagi manusia
yang membangkang perintahNya. Dan, perlu ditekankan bahwa hidup di
dunia ini setiap detiknya adalah ujian.
Ujian yang hasilnya akan
dipertanggung-jawabkan di hadapan Allah kelak di akhirat. Itu artinya,
setiap hari kita harus menerima dan mengatasi berbagai ujian yang
diberikan oleh Allah Swt. Jangan bayangkan bahwa ujian selalu hal yang pasti sulit dan menderita,
adakalanya ujian yang diberikan Allah Ta’ala justru kita rasakan sebagai
nikmat dan istimewa. Memang benar, ujian yang mendera kita berupa rasa
sakit dan kesulitan ekonomi seringkali membuat kita harus lebih banyak
bersabar dan berdoa untuk tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan dan
kekafiran. Tapi, jangan bayangkan pula jika kita diberikan kesehatan,
kekayaan dan kekuasaan adalah semata sebagai kebahagiaan, karena
sejatinya itu juga merupakan ujian dari Allah.
Nikmat kesehatan yang diberikan Allah Swt itu apakah akan mengantarkan
kita untuk bersyukur atau malah sebaliknya, untuk ingkar kepada Allah?
Nikmat kekayaan dan kekuasaan yang kita rasakan, apakah akan membuat
kita bersyukur atau malah sombong dan dengan bebas menggunakan harta
yang kita miliki untuk suka-suka tanpa aturan syariat Islam? Dengan
kenyataan seperti ini, maka pantas jika kesehatan, kekayaan dan
kekuasaan pun termasuk bagian dari ujian yang Allah berikan. Bergantung
manusianya, apakah akan bersyukur atau malah kufur. Firman Allah Swt.
(yang artinya): “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka
sesungguhnya azabKu sangat pedih.” (QS Ibrahim [14]: 7)
Memang banyak orang yang tak tahan dengan penyakit yang diderita dan
kemiskinan yang mendera mereka sehingga mengambil jalan pintas untuk
bunuh diri demi mengakhiri hidupnya yang menanggung rasa sakit yang
berat, atau tega berbuat maksiat dengan cara menjarah harta yang bukan
miliknya demi memenuhi kehidupan ekenominya yang tak kunjung menunjukkan
grafik yang meningkat. Begitu pun bagi sebagian dari kita banyak yang tidak tahan menghadapi
ujian berupa kesehatan, harta yang banyak dan juga kekuasaan.
Jangan-jangan, kesehatan tubuh dan kekuasaan ternyata malah membuat kita
merasa sombong, sebagaimana halnya dengan Fir’aun yang menganggap
dirinya sebagai Tuhan, karena selama hidupnya memang dia nyaris tak
pernah sakit berat ditambah pula dia memang punya tahta dan harta. Klop.
Fir’aun jadi sombong. Sehingga ketika Musa mengajaknya untuk beriman
kepada Allah, Fir’aun malah mendustakannya dan bahkan mendurhakainya.
Allah Swt membeberkan kisah ini dalam firmanNya (yang artinya): “dan
katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan
diri (dari kesesatan)”. Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar
supaya kamu takut kepadaNya?”. Lalu Musa memperlihatkan kepadanya
mukjizat yang besar. Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai.
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia
mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.
(Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”. Maka Allah
mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Sesungguhnya pada
yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada
Tuhannya).” (QS an-Naazi’aat [79]: 18-26)
Ini kian meneguhkan bahwa selama kita masih hidup, ujian akan datang
menghampiri kita selama itu. Karena hidup itu sendiri adalah ujian.
Tinggal bagaimana kita menyikapinya dan menjadikan kehidupan ini lebih
bermakna berlandaskan keimanan kepada Allah Swt. Dzat yang telah
menciptakan kita dan seluruh alam ini, termasuk surga dan neraka.
Itu sebabnya, jika kita ingin masuk surga, ada jalan yang harus kita
lalui. Meski banyak rintangan, bukan berarti kita mundur untuk
melaluinya. Karena surga begitu manis. Jangan pula tergoda memilih jalan
yang bertabur syahwat meski itu sangat menyenangkan, karena pada
akhirnya akan mengantarkan kita menuju neraka. Semua sudah dalam
kekuasaan kita, apakah lebih memilih untuk masuk surga atau neraka.
Dengan adanya pilihan tempat kembali di akhirat kelak, ini membuktikan
bahwa dunia ini memang ujian dan Allah Swt. hanya akan memberikan tempat
yang layak kepada mereka yang berhasil mengikuti petunjukNya.
Sebaliknya Allah akan memberikan tempat yang buruk, yakni neraka bagi
siapa saja yang menentangNya dan mendurhakaiNya.
Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan hadist yang
diriwayatkan Abu Said al-Khudri ra bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Surga dan neraka mengajukan protes. Surga berkata, ‘Ya Tuhanku, kenapa
yang masuk ke dalam surga hanya orang-orang yang lemah dan orang-orang
kelas gembel?’ Neraka berkata, ‘Ya Tuhanku, kenapa yang masuk ke dalam
neraka ini hanya orang-orang yang kejam dan sombong?’ Allah berkata,
‘Surga, engkau adalah rahmatKu yang Aku berikan denganmu siapa saja yang
Aku kehendaki. Dan neraka, engkau adalah siksaKu yang Aku berikan
denganmu siapa saja yang Aku kehendaki. Setiap masing-masing dari kalian
mempunyai penghuni’.” (Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Tamasya ke Surga, hlm.
15)
Surga adalah tempat yang eksklusif alias hanya disediakan dan
diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Tidak
semua manusia bisa masuk ke surga. Itu artinya, untuk mendapatkan
‘tiket’ ke surga harus mengikuti syarat dan ketentuan yang telah
ditetapkan oleh Allah Swt. Sang Pemilik surga itu sendiri. Dan, tentunya
Allah Swt. juga berhak dan berkuasa penuh untuk memasukkan manusia ke
dalam neraka. Jangan khawatir, Allah Swt. tak mungkin salah dalam
mengkalkulasi amalan kita. Catet, Sahabat.
Sahabat, ketika begitu banyak informasi tentang keindahan dan
kenikmatan yang ditawarkan surga sebagaimana janji Allah bagi
hamba-hambaNya yang beriman, pantas bagi kita untuk segera dengan
semangat menjadi pribadi-pribadi yang terbaik dalam iman, ilmu dan amal
shalih. Tentu, agar Allah Swt. sayang dan cinta kepada kita semua dan
memasukan kita ke dalam surgaNya. Insya Allah.
Kita berharap, berdoa, dan berusaha sekuat mungkin agar kita bisa
meretas jalan menuju surga dengan mudah dan sukses. Semoga Allah Swt.
menanamkan keimanan dan ketakwaan yang kokoh dalam diri kita sebagaimana
yang Allah berikan kepada Muhammad saw. dan para sahabatnya.
Semoga
Allah menancapkan keberanian yang hebat dalam membela Islam sebagaimana
telah Allah tancapkan keberanian membela Islam kepada para pejuang
Perang Badar. Semoga Allah memberikan kemenangan kepada dakwah Islam
yang kita gelorakan saat ini, sebagaimana kemenangan yang telah Allah
berikan kepada Muhammad saw. dan para sahabatnya di setiap peperangan
yang dimenangkannya.
Semoga kita menjadi hamba-hambaNya yang pandai bersyukur dan senantiasa
gemar melakukan amal shalih. Semua manusia menginginkan surga jika
kenikmatannya begitu luas, indah, dan menyenangkan. Tapi, hanya manusia
pilihan saja yang bisa meraihnya. Semoga kita adalah manusia pilihan
Allah yang bisa menikmati surgaNya. Amin.
Janji Allah Swt itu pasti untuk mereka yang
beriman dan beramal shalih ketika di dunia. Meski kini kehidupan yang
kita jalani pahit terasa, insya Allah pada akhirnya akan berbuah manis.
Semangat,Sahabat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar